Berapa Rasio Berhutang yang Sehat dibandingkan Pendapatan?

Berapa Rasio Berhutang yang Sehat dibandingkan Pendapatan?

Berhutang adalah hal yang sudah sering dilakukan oleh siapa saja. Bahkan dalam dunia bisnis pun berhutang adalah tindakan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha lebih luas lagi. Bahkan Anda sudah tahu bahwa negara juga mempunyai hutang. Ternyata saat Anda memutuskan untuk berhutang, ada rasio yang memberikan gambaran hutang sehat. 

Dimana hutang sehat ini akan dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh. Sehingga sangat penting sekali bagi Anda untuk memahami berapa rasio hutang sehat jika dibandingkan dengan pendapatan. Dengan mengetahui rasio ini, maka Anda bisa memperkirakan apakah hutang yang dimiliki masih tahap wajar atau tidak. 

Apa Itu Rasio Hutang?

Sebelum Anda tahu berapa rasio hutang yang sehat, maka Anda harus tahu pengertiannya terlebih dahulu. Rasio hutang dengan pendapatan atau biasa disebut dengan debt to income ratio adalah untuk mengukur apakah cicilan utang per bulan sudah sesuai dengan pendapatan utang yang telah diterima atau belum. 

Adanya rasio hutang dengan pendapatan ini akan membantu bank untuk mengetahui kondisi keuangan peminjam. Sehingga akan didapati hasil apakah layak mendapatkan pinjaman dana atau belum. Dimana ini berlaku hampir di semua lembaga keuangan, baik itu untuk pinjaman dalam bentuk kartu kredit atau KTA. 

Analisa inilah yang nantinya akan dijadikan landasan oleh bank untuk memberikan pinjaman atau tidak. Apabila bagi bank ternyata rasio hutang masuk dalam status ideal, maka sudah pasti dana akan cair. Tapi, jika tidak maka jelas tidak akan ada dana pinjaman yang diberikan. Jadi, bisa dikatakan rasio ini sangatlah penting sekali. 

Rasio ini tidak hanya memberikan manfaat kepada pihak bank dalam menyeleksi peminjam, tapi juga bagi si peminjam pun akan merasakan manfaatnya. Karena peminjam tidak akan terbebani dengan hutang dengan jumlah besar. 

Anda pun juga bisa menghitung sendiri rasio hutang serta pendapatan ketika memperoleh pinjaman. Tapi, pada dasarnya adalah hutang tidak lebih tinggi dari pendapatan per bulannya. Apalagi jika hutang yang dimiliki adalah untuk konsumtif. Sudah pasti, Anda harus benar–benar mendapatkan perhitungan yang tepat. Untuk rumusnya adalah sebagai berikut:

(Total pembayaran utang per bulan / total gaji dalam satu bulan) x 100%

Berapa Rasio Berhutang yang Sehat dibandingkan Pendapatan?

Rasio Hutang Dibandingkan Pendapatan

Setelah mengetahui rumusnya, maka Anda pun bisa tahu apakah rasio hutang dengan pendapatan sudah ideal atau belum. Berikut ini adalah penjelasannya: 

Kurang dari 35% sama dengan ideal

Apabila dari rumus yang didapatkan Anda mendapatkan hasil kurang dari 35%, maka rasio hutangnya pun masuk ideal. Angka ini menunjukkan bahwa Anda bisa membayar cicilan dengan mudah dan teratur. Apabila Anda bisa terus mempertahankan besaran rasio tersebut, maka kamu tidak akan terkena dampak buruk. Tapi, Anda juga harus benar–benar konsisten dan mengatur keuangan dengan baik agar bisa terus membayar cicilan dengan lancar. 

36% hingga 49% sama dengan kurang ideal 

Sedangkan jika Anda mendapatkan angka rasio ini, maka sudah dapat dipastikan bahwa kondisi hutang kurang ideal. Sebenarnya angka ini sendiri masih terbilang baik, namun tidak bisa juga dibilang ideal. Sehingga Anda perlu mengelola uang dengan ketat. Karena dengan rasio ini, maka bisa dipastikan bahwa Anda masih tidak bisa mengontrol keuangan dengan baik. 

Anda harus benar–benar meniatkan diri untuk mempertahankan rasio hutang dalam angka ini. Karena jika Anda kelepasan, maka sudah pasti Anda tidak akan kesulitan atau bahkan tidak bisa melunasinya. Jadi, berhati–hatilah. 

Lebih dari 50% tidak ideal

Jika sudah masuk angka ini, lebih baik Anda segera memperbaiki pengelolaan keuangan. Karena jika di rasio ini, maka Anda menghabiskan separuh pendapatan atau bahkan lebih hanya untuk membayar hutang. Sehingga Anda dapat dipastikan tidak bisa membayar hutang. Hal ini berefek pada catatan kredit Anda, dimana akan di blacklist dari seluruh lembaga keuangan yang memiliki produk pinjaman.

Untuk bisa mengatasi rasio hutang yang terlalu tinggi, maka Anda membutuhkan pendapat ahli agar masalah keuangan ini bisa selesai. Tentu saja Anda harus ekstra kerja keras dan memiliki mental kuat agar bisa menyelamatkan keuangan yang sudah minus. Karena jika tidak, maka Anda akan dirundung masalah terus menerus. 

Dengan penjelasan rasio utang dibandingkan pendapatan di atas, maka Anda bisa mulai menghitung, apakah hutang yang Anda miliki dalam batas normal atau tidak. Karena jika Anda tidak menghitungnya, maka sudah pasti keuangan akan selalu dalam kondisi sulit bahkan bisa lebih parah. 

Ada banyak sekali cara agar Anda tidak terlilit hutang berlebih, dimana salah satunya adalah dengan mencari kerja tambahan. Anda yang bisa mempunyai sedikit harta pun bisa menjual untuk melunasi hutang. Hal penting yang perlu Anda ingat adalah memastikan bahwa hutang yang dimiliki masih mampu dibayarkan. Bila sudah merasa tidak mampu, lebih baik berhenti berhutang dan coba cari solusi terbaik.